Showing posts with label fotografer pemula. Show all posts

26 September 2014
226227988_2ba6109df8.jpg
Salah satu perbedaan utama antara indera mata dan lensa kamera anda adalah bahwa mata memiliki depth of field (DOF) hampir tanpa batas sementara lensa terbatas, ini membawa konsekuensi bahwa bidang fokus lensa tidaklah seluas mata. Dan fotografer terdahulu telah memutuskan untuk justru memanfaatkan kelemahan ini menjadi senjata. Lahirlah apa yang kemudian disebut bokeh.
Bokeh aslinya adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti ‘menjadi kabur’, jadi foto bokeh adalah karakteristik foto yang menonjolkan sebuah oyek utama yang fokusnya sangat tajam sementara latar belakang (dan atau depan) yang sangat kabur, atau dalam bahasa Inggris selective focusing. Dalam contoh foto cantik diatas (karya Sektor Dua), obyek utama muka model amatlah tajam, namun latarbelakang pintu menjadi tampak amat kabur (blur). Nah, sifat kabur inilah yang disebut bokeh. Bagaimana caranya supaya kita bisa menghasilkan foto bokeh yang seperti ini. Berikut yang bisa anda lakukan:
  1. Pilih mode manual atau Aperture Priority – baca lebih jauh tentang mode operasi kamera disini
  2. Pilih setting aperture sebesar mungkin.
  3. Lihat tulisan f/x di lensa anda, semakin kecil x, semakin besar aperture dan semakin sempit bidang fokusnya
  4. Pikirkan tentang faktor jarak, yakni jarak didepan dan dibelakang bidang obyek.
  5. screenshot-001.jpg
    Misalnya anda berdiri 1 meter didepan teman (jarak depan = 1 meter) dan anda menjatuhkan titik fokus lensa pada mukanya. Teman anda berdiri sekitar 10 meter dari background terdekat (jarak belakang = 10 meter), maka background ini akan terlihat sangat kabur. Intinya, semakin kecil jarak depan (jarak antara lensa dan obyek) dan semakin besar jarak belakang (jarak antara obyek dan background) semakin kabur backgorund anda.
  6. Banyak berlatih dan usahakan anda membeli lensa dengan kemampuan aperture sebesar mungkin.
  7. Tip: Jika anda memang menyukai bokeh, lensa non-zoom dengan aperture super besar adalah cara tercepat mendapat bokeh (misal: 85mm f/1.8 & 50mm f/1.8, dua lensa ini adalah lensa super cepat dan super murah juga penghasil bokeh yang luar biasa.
21 September 2014
Sejak dimulainya era fotografi digital, banyak hal yang sebelumnya sulit untuk dilakukan menjadi lebih mudah dilakukan dengan olah digital (digital imaging). Olah digital telah membuka ruang kreatifitas yang lebih luas, salah satunya adalah Foto Levitasi.
Foto Levitasi adalah salah salah satu teknik manipulasi foto untuk membuat objek foto tampak seolah-olah melayang. Hal ini dimungkinkan dengan adanya aplikasi pengolah foto seperti Photoshop atau GIMP. Sering kali kita melihat foto dengan objek yang melayang dan kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hal tersebut mungkin dilakukan? Banyak cara kreatif yang dapat dilakukan untuk membuatnya.
Sebenarnya sudah banyak orang yang membuat foto tampak seolah-olah melayang, terutama sejak manipulasi foto digital mulai marak. Namun beberapa tahun yang lalu seorang fotografer wanita asal Jepang, Natsumi Hayashi membuatnya menjadi populer dan menjadikan foto levitasi menjadi sesuatu yang fun. Ia membuatnya di tempat-tempat umum seperti di stasiun kereta api, jalanan kota, rumah makan atau bahkan di dalam bus. Foto-fotonya tampak unik dan sangat natural, tidak tampak menggunakan teknik olah digital yang rumit.
Untuk membuat foto yang tampak seolah-olah melayang memang dibutuhkan ketrampilan / skill dalam olah digital. Selain olah digital, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana proses pembuatannya, mulai dari pengaturan kamera, objek dan konsep foto.

Foto Levitasi / Melayang oleh Natsumi Hayashi


foto levitasi natsumi hayashi 2

foto levitasi natsumi hayashi 3

foto levitasi natsumi hayashi 4

foto levitasi natsumi hayashi 5

foto levitasi natsumi hayashi 6

foto levitasi natsumi hayashi 7

foto levitasi natsumi hayashi 8

foto levitasi natsumi hayashi 9

foto levitasi natsumi hayashi 10

foto levitasi natsumi hayashi 11

foto levitasi natsumi hayashi 12


 Contoh Foto dengan Gaya yang Fun


foto levitasi photoshop 12
Photograph by Lousih Pixel on Flickr

foto levitasi photoshop 11
Photograph by Louish Pixel on Flickr

foto levitasi photoshop 3
Photograph by Anant Nath Sharma on Flickr


Berbagai Gaya dan Setting Tempat Foto Levitasi


foto levitasi photoshop 1
Photograph by Massimo Barbieri on Flickr

foto levitasi photoshop 2
Photograph by Patty on Flickr

foto levitasi photoshop 4
Photograph by Anne Marthe Widvey on Flickr

foto levitasi photoshop 5
Photograph by Jonathan Emmanuel on Flickr

foto levitasi photoshop 8
Photograph by Ian Lott on Flickr

foto levitasi photoshop 13
Photograph by Ben K Adams on Flickr

Tidak Hanya Manusia yang Dibuat Melayang, Namun Benda-Benda Disekitar juga Dibuat Melayang


foto levitasi photoshop 7
Photograph by Nate Bolt on Flickr

foto melayang levitasi 3
Photograh by Louish Pixel on Flickr


Foto Levitasi dengan Gaya Surreal / Fantasy, Menggunakan Teknik Olah Digital yang Lebih Rumit


foto levitasi photoshop 10
Photograph by Juliana Countinho on Flickr

foto levitasi photoshop 9
Photograph by Ashtyn Reene on Flickr

foto levitasi photoshop 6
Photograph by curtismacnewton on Flickr

foto levitasi
Photograph by Donnie Nunley on Flickr

foto melayang levitasi 1
Photograph by Lousih Pixel on Flickr

foto melayang levitasi 2
Photograph by Louish Pixel on Flickr

Behind The Scene – Tutorial Membuat Foto Levitasi

tutorial foto melayang levitasi
Photograph by Lousih Pixel on Flickr

How To Levitate – Levitating Photographer. Foto diatas dibuat oleh salah satu pengguna Flickr dengan nama akun Louish Pixel, ia juga membagikan tutorial yang melalui akun Flickr dan Websitenya. Selain foto levitasi ia juga banyak memberikan tutorial foto lainnya yang sebagian besar dibuat dengan teknik manipulasi foto digital.


How To Photograph A Flying Cat. Sebuah tutorial yang akan menunjukkan cara yang membuat kucing seolah-olah tampak terbang.


Levitation Photography And Working With Textures.  Tutorial foto bagaimana membuat foto tampak seolah-olah melayang dan mengolahnya dengan menggabungkan unsur tekstur. Memang bukan tutorial untuk pemula, namun cukup menarik untuk disimak, melihat bagaimana menggabungkan foto dengan tekstur.
foto levitasi tekstur

Simple Levitation Ini adalah tutorial bagi pemula. Dalam video tersebut akan ditunjukkan bagaimana membuat foto levitasi dengan aplikasi pengolah foto digital Photoshop. Tutorial yang cukup mudah untuk dipahami bagi pemula.


The Purist Method Video ini sebenarnya bukan tutorial membuat foto levitasi, namun sebuah video dokumentasi dari fotografer yang paling populer di internet, Natsumi Hayashi.


Kamu dapat menemukan berbagai tutorial lainnya di Youtube atau Flickr. Foto levitasi adalah sebuah cara kreatif yang berkembang sejak era fotografi digital. Teknik foto ini adalah salah satu cara yang dapat membuat orang lain bertanya-tanya atau bahkan terkagum pada saat melihat sebuah foto. Di Indonesia sendiri komunitas foto ini dapat ditemukan di levitashore.net. Tertarik untuk membuat foto melayang kamu sendiri?
20 February 2014
Percaya atau tidak, Sobat tidak memerlukan segudang peralatan studio atau pencahayaan mahal dan canggih untuk memulai foto portrait didalam studio. Dua sumber cahaya lighting sudah lebih dari cukup. Artikel InFotografi kali ini akan terfokus pada Tiga pengaturan dasar yang kami rasa lebih dari cukup bagi Sobat yang ingin memulai fotografi Portrait di dalam studio. 
Garage Studios Lighting Equipment
Sobat bisa menggunakan satu Main light di posisi yang dirasa tepat, dan kemudian posisikan sebuah reflektor sebagai sumber cahaya kedua, pengaturan lighting sederhana tersebut sudah bisa memulai langkah awal Sobat InFotografi dalam fotografi studio.

ketinggiani, angle, power dan jarak sumber cahaya akan memberikan dampak pada bentuk wajah subyek kalian. Yang perlu digaris bawahi adalah coba cermati bagaimana cahaya jatuh ke subyek kalian. Gunakan layar LCD untuk mereview foto - foto yang kalian ambil, terkadang merubah ke preview mode monochrome bisa membantu kalian untuk memfokuskan ke bentuk, tone serta bayangan yang jatuh ke area wajah sehingga Sobat bisa memvisualisasikan hasil akhir foto portrait kalian.

Penempatan Main Light

 

Photo: N-Photo

1. Tinggi
Pada banyak pemotretan Sobat mungkin akan memposisikan Main Light di atas model. Perhatikan bagaimana bayangan dari hidung jatuh ke sisi bawah wajah dan terkesan memperpanjang fitur hidung. Sobat idealnya menginginkan bayangan hidung untuk menunjuk ke ujung bibir. Bentuk segitiga cahaya pada pipi di sisi bayangan sering disebut dengan Rembrandt Lighting, dan untuk mendapatkan efek pencahayaan ini Sobat cukup meminta model untuk sedikit memindahkan kepala model.

2. Sejajar (Eye Level)
Pasang lampu flash atau Main Light di samping dengan tinggi sejajar dengan model, dan cahaya akan mengenai seluruh sisi wajah. Bayangan yang terbentuk memberikan kesan memperlebar fitur wajah. Akan lebih efektif jika cahaya tersebut seimbang dengan sumber cahaya kedua yang berada di sisi berlawanan. Biarkan sumber cahaya tersebut atau main light tetap menyala sehingga Sobat bisa melihat bagaimana bayangan yang terbentuk.

3. Rendah
Sobat mungkin tidak ingin menggunakan pengaturan yang satu ini. Penempatan main light seperti ini akan memberikan kesan wajah yang menakutkan. Mungkin jika Sobat memotret untuk keperluan Halloween bisa saja menggunakan posisi main light seperti ini. Seperti yang terlihat di dalam foto contoh diatas, penempatan main light yang rendah menghasilkan foto portrait yang kurang menyenangkan. Bayangan hidung tampak tebal, dan kantung mata terlihat lebih jelas.

Berikut ini adalah Tiga Style pemotretan Studio Portrait :

 

Photo: N-Photo

1. Classic Rembrandt
Style portrait satu ini merupakan pengaturan lighting dasar yang bagus. Sobat terkesan menciptakan sebuah segitiga kecil pada bayangan di sisi wajah dengan bayangan hidung yang menunjuk ke arah bibir. Gunakan reflektor untuk mengisi area bayangan dan satu backlight yang menggunakan snoot untuk memberikan cahaya pada rambut model.

2. Rim Light
Posisikan Dua sumber cahaya dengan power cahaya yang sama sedikit di belakang model dan menghadap ke kamera. Gunakan reflektor untuk memantulkan cahaya ke bagian hidung serta dahi model. Style foto ini cocok untuk menonjolkan struktur tulang, sangat cocok untuk memotret laki-laki dan nude art.

3. Beauty
Posisikan satu softbox besar diatas model yang mengarah kebawah sehingga cahaya jatuh dari depan dan merata. Untuk menyeimbangkan exposure gunakan reflektor yang diposisikan dibawah wajah model. Reflektor akan memantulkan cahaya ke arah wajah. Jika Sobat ingin menonjolkan kecantikan model kamu, ini adalah pengaturan yang tepat.

Ingin segera memulai foto portrait di dalam studio?? Sobat bisa mendapatkan paket perangkat studio sederhana dengah harga terjangkau di website Studiostar7

Selamat Mencoba!!
Patung marmer yang ada di dalam foto adalah sebuah karya seni yang berasal dari abad ke 1. Foto yang sobat lihat tersebut menampilkan bagaimana patung tersebut dipamerkan, dan sebenarnya foto tersebut bisa dikatakan tidak buruk sama sekali, tetapi terlihat begitu membosakan bukan? Mengapa? Karena background tidak memiliki daya tarik sama sekali dan terkesan membosankan. 
Percaya atau tidak mungkin beberapa dari kita akan mengantuk jika lama-lama melihat foto dengan background seperti ini. Background tidak menyajikan warna yang kontras dengan marmer putih, pencahayaan juga tidak dikemas untuk menyajikan kesan dramatis dan menarik.
Gambar berikutnya bisa dikatakan jauh lebih menarik. Patung tersebut berdiri dengan gagah didepan background bernuansa gelap, Tampak jauh lebih mengesankan bukan? Yang perlu diingat adalah, jangan pernah meremahkan kekuatan sebuah background dalam sebuah foto! Background bisa membuat sebuah foto lebih menarik atau malah sebaliknya.
Sobat bisa menggunakan perangkat lunak edit gambar seperti Adobe Photoshop untuk membuat efek seperti gambar tersebut. Pilih background menggunakan tool Magic Wand. Kemudian Sobat pilih tool Gradient, pilih warna hitam dan maroon gelap untuk pallete color box dan kemudian drag cursor dari arah bawah ke atas. Cara diatas merupakan cara sederhana untuk membuat sebuah background dengan gradasi dua warna. Background sederhana tersebut mampu menonjolkan keindahan karya seni patung dari abad 1 tersebut.
13 January 2014
Kapan sebuah foto bisa dikatakan hebat? Tiap hari tentu Sobat sudah sering melihat foto-foto bagus, tetapi apakah sobat pernah menemukan satu foto yang membuat kalian mendekat dan mencermati foto tersebut lebih dalam? Tidak semua orang atau bisa memotret dan menghasilkan foto yang memiliki daya tarik seperti itu, tetapi ada beberapa hal yang bisa kita ikuti dan pelajari.

Eyes of Mind
Photo: Coolkarni


Menganalisa apa yang membuat sebuah foto itu hebat adalah satu langkah awal yang bagus. Apa yang fotografer tersebut lakukan sehingga bisa membuat foto tersebut lebih menarik diantara lainnya? Sadar atau tak sadar seorang fotografer akan melalui sebuah ceklist dan bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan sebelum menekan tombol shutter.


Pertanyaan pertama yang mungkin muncul adalah: "Mengapa saya mengambil foto ini?"Jika Sobat berdiri di depan tuku Monas mungkin jawabannya adalah: "Untuk membuktikan bahwa saya pernah disini", atau untuk "Mengabadikan semua tempat yang saya kunjungi saat liburan". Kedua alasan tersebut tidak ada yang salah, tetapi lebih cocok untuk turis dibandingkan untuk seorang fotografi. Sebaliknya, seorang fotografer yang berpengalaman mungkin akan menjawab: "Karena saya suka bagaimana kawat berkarat tersebut berada di dekat hijau dedaunan", atau "Karena cahaya senja kemerahan tersebut menarik perhatian saya".

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin ada di dalam ceklist seorang fotografer sebelum mereka menekan tombol shutter. Semakin banyak daftar pertanyaan di ceklist kalian, maka hal tersebut semakin bagus untuk melatih mata fotografer kita.
  1. Bagaimana kondisi cuaca? Kondisi cuaca dan pencahayaan akan berpengaruh secara signifikan terhadap hasil foto-foto kita.
  2. Apakah subyek terfokus? Seberapa banyak area foto yang terfokus? apakah hal tersebut cocok untuk subyek foto saya? poin nomor Dua ini adalah tentang Depth of Field.
  3. Apakah shutter speed sudah sesuai? Menjawab pertanyaan ini sangat penting ketikaMemotret secara handheld agar terhindar dari foto blur yang diakibatkan oleh camera shake. Shutter speed juga penting saat memotret obyek yang bergerak cepat dan Sobat ingin membekukan atau menunjukkan blur.
  4. Apakah saya sudah mengkomposisikan foto dengan baik? Komposisi bisa menjadi sebuah parameter keberhasilan sebuah gambar/foto.
Sobat bisa menggunakan ceklist pertanyaan tersebut, tetapi jika menemukan kesulitan dalam menjawab pertanyaan tersebut, Sobat bisa menyusun daftar ceklist tersendiri, toh fotografi itu seharusnya menyenangkan bukan? Dan tentunya pada saat memotret kita tidak selalu mendapatkan atau menghasilkan foto yang sempurna. Tetapi melatih "Mata Fotografi" merupakan langkah awal yang penting, dan tentunya itu membutuhkan waktu dan ketekunan.

Selamat Berlatih :)

Melatih "Mata Fotografi"

Posted by NFS
Sobat telah men-setting semua kebutuhan serta kamera, maka kalian siap untuk memulai memotret. Mungkin Sobat akan mulai merasakan tantangan terbesar saat memotret model, bukan pada masalah teknis, melainkan karena mau tidak mau Sobat harus mengatur pose model kalian.

Alexi "Studio" Setup Shot
Photo: Andy
Bagi banyak fotografer ketika menghadapi hal ini sedikit banyak akan merasa lebih tertarik memotret landscape daripada berhadapan dengan model yang notabene adalah saudara, teman atau non-profesional model lainnya, kenapa? Yah.. karena kalian harus memberikan instruksi bagaimana mereka harus berpose.


Kali ini InFotografi akan memberikan beberapa tips dasar bagaimana mereka berpose, tetapi perlu diingat tugas utama kalian sebagai fotografer adalah bagaimana membuat mereka merasa santai dan nyaman didepan kamera, jika itu tercapai, maka percayalah semua proses pemotretan akan mengalir secara alami. Sobat sebelum pemotretan di dalam studio juga bisa mencari referensi pose melalui majalah, buku, galeri foto sehingga kalian mendapatkan ide-ide segar tentang pose yang kalian cari.

Hal yang terpenting bukan saja bagaimana pose model kalian. Sobat juga perlu mempertimbangkan angle kalian sendiri, ketinggian kamera saat memotret tentu memberikan dampak tersendiri bagi hasil akhir foto kalian bukan? Berikut ini adalah Tiga angle yang bisa kalian gunakan dan hasil foto akhirnya:

Photo: N-Photo

1. Angle Tinggi
Posisi kamera yang sedikit lebih tinggi dari model/subyek seringkali bisa memberikan hasil yang lebih menarik. Pada umumnya akan membuat wajah model lebih kurus. Perhatikan bahwa bagian leher dan rahang terlihat lebih jelas, jangan memposisikan kamera terlalu tinggi, karena posisi tersebut akan sedikit terlihat aneh.

2. Angle Sejajar (Eye Level)
Angle Eye level dengan pencahayaan yang tepat bisa digunakan pada banyak kondisi. Perhatikan bahwa ketinggian kamera akan berdampak pada bagaimana hasil foto portrait kalian. Layar LCD kamera kalian memiliki peran penting untuk membantu kalian mereview kembali hasil akhir foto. Jika tinggi badan Sobat lebih rendah dari model, maka gunakan kotak atau tangga kecil untuk mencapai ketinggian yang pas.

3. Angle Rendah
Prinsip angle rendah pada umumnya adalah: semakin rendah angle yang kalian gunakan maka akan berkurang juga daya tarik foto portrait kalian. Angle ini tidak membuat subyek kalian semakin ramping! Angle ini sering digunakan untuk foto-foto coorporate, dimana para pemimpin atau direktur perusahaan tersebut bisa mendapatkan kesan besar dan berkuasa.


Berikut ini adalah Tiga pose klasik yang mampu memberikan hasil yang menarik

 

Pose Wanita


Pose pertama dimana subyek hanya berdiri 'biasa' tidak akan menghasilkan foto portrait yang menarik. Mintalah mereka sedikit menggeser separuh badan mereka ke belakang sehingga menampilkan tiga perempat badan mereka. Pose tersebut akan jauh lebih menarik. Menambahkan bagian tangan ke dalam frame juga bisa menjadi komposisi yang menarik. Tetapi ingat! Tangan jangan terlalu dominan, ukuran tangan bisa hampir sama dengan wajah, sehingga berpotensi sebagai distraction.

Pose Pria

 Photo: N-Photo

Sama halnya seperti pose wanita diatas, pose dengan hanya berdiri tidak akan berhasil menyajikan daya tarik. Minta model pria kalian untuk memindahkan kaki satu langkah kedepan dan juga berat badan sedikit condong ke depan. Pose ini selbih memberikan nuansa dominan serta maskulin. Selipkan satu tangan ke dalam saku celana dan kalian akan mendapatkan pose yang lebih menarik.

Pose Berpasangan

  Photo: N-Photo

Pose pasangan akan relatif lebih rumit dibandingkan Dua pose diatas, Sobat diharuskan memberikan beberapa pendekatan berdasarkan pada ukuran serta bentuk subyek kalian. Prinsip dasarnya adalah kedua pose diatas masih bisa berlaku di pose couple ini. Foto sejajar bersebelahan dan menghadap kamera tidak akan memberikan foto yang menarik, dan dilain sisi foto yang menunjukkan tiga perempat badan bakal jauh lebih menarik. Lakukan ujicoba dengan bagaimana mata berinteraksi. Mata yang saling memandang bisa memberikan hasil foto yang bagus.
23 May 2013
Apa Sih HDR itu? dan bagaimana membuatnya? HDR merupakan akronim dari High Dynamic Range. Ada banyak tools atau perangkat lunak yang bisa digunakan untuk penggabungan dalam foto HDR. Photoshop memiliki plug-in HDR, dan yang paling banyak digunakan dalam HDR adalah Photomatix.
 Photo: hdrsoft.com

Sebenarnya apa sih HDR dan kenapa kita menggunakannya? Salah satu keterbatasan kamera kita adalah: mereka hanya bisa meng-capture gambar dengan rentang dynamic range yang cukup sempit (jangkauan terang dan gelap pada foto), padahal kenyataannya scene yang kita potret memiliki area yang sangat terang dan sangat gelap, jadi bisa dikatakan kita bisa melihat lebih detail sebuah pemandangan dibandingkan dengan foto yang diambil oleh kamera.

Kamera bagaimanapun juga mampu untuk mengambil banyak gambar yang sama dengan exposure berbeda, dengan demikian Sobat bisa mengekspose area terang, gelap, midtones, dan menangkap beberapa gambar yang memiliki detail shadow dan highlight. Perangkat lunak HDR membantu kita untuk menggabungkan gambar-gambar tersebut menjadi satu gambar yang memiliki jangkauan area gelap dan terang jauh lebih luas dibandingkan foto-foto yang biasa Sobat dapatkan.

Idealnya untuk membuat foto HDR, Sobat membutuhkan serial atau beberapa gambar dari subyek yang sama, dan diambil menggunakan Tripod untuk menghilangkan gerakan diantara gambar-gambar tersebut. Pengaturan kamera tidak boleh dirubah dari di setiap gambar, tentu kecuali exposure yang memang harus berbeda. Untuk masalah exposure, Sobat bisa menggunakan fitur Auto Exposure Bracketing untuk mengambil beberapa seri foto. Fitur AEB ini juga sangat tepat sekali digunakan, karena bisa meminimalkan gerakan antar frame.

Pada artikel "Foto HDR Pemenang Kontes World Press 2012", InFotografi sedikit mengulas bahwa foto Paul Hansen pemenang kompetisi tersebut membuat foto HDR dari satu foto dengan format RAW. cara ini baik digunakan jika pada subyek gerak. Tips lain yang bisa Sobat lakukan adalah: matikan fitur IS/VR (Image stabilization) ketika menggunakan tripod, jika tidak yang terjadi malah kebalikan, kamera akan timbul getaran.

Sobat bisa mendownload versi trial dari Photomatix di www.hdrsoft.com. silahkan download dan install aplikasi tersebut! Berikut ini adalah beberapa langkah membuat foto HDR dengan Photomatix, dari beberapa gambar dengan exposure berbeda.

Langkah 1

Buka program photomatix, dan pilih Load Bracketed Photos. Pilih foto berseri kalian dan klik OK. Sobat bisa menggunakan foto sebanyak Tiga atau lebih. Program ini juga bisa membaca format DNG (Adobe Digital Negative Raw), sehingga Sobat tidak perlu repot-repot untuk mengkonversinya.


Langkah 2

Selanjutnya akan muncul jendela dialog. Sobat bisa memlilih Alignment foto, jika Sobat menganggap ada kemungkinan gerakan saat memotret. Sobat juga bisa mengurangi efek ghosting yang juga terjadi karena asanya gerakan di setiap foto seperti orang yang berjalan.




Langkah 3

Tadaaa... Ketiga file tersebut sudah tergabung menjadi satu dalam file HDR. Sobat akan menjumpai beberapa window pengaturan seperti Adjustment, Histogram, Preset. Pada window adjustment Sobat bisa merubah Strength, Saturasi warna, Luminosity, kontras, lighting, dan lain, lain, Preset merupakan bentuk-bentuk form HDR Instant, so Sobat tidak perlu repot-repot.. :) Setelah gambar HDR dalam preview sudah sesuai dengan apa yang sobat inginkan, klik tombol Process!

Langkah 4

Selamat Mencoba... :) dan Selamat bersenang - senang dengan Foto HDR
21 May 2013
Foto dibawah ini diambil saat senja.. yah sekitar pukul 5.30 WIB. Coba cermati lagi warna yang ada di dalam foto tersebut! lebih cenderung ke warna biru bukan? Seperti yang kita tahu senja hari memiliki karakter warna yang hangat dan keemasan, yup the golden hour :) Pasti sobat sering berburu gambar di waktu-waktu seperti ini. Foto dibawah merupakan satu contoh bagaimana kita bisa bemain-main dan brekreasi menggunakan pengaturan white balance yang ada di kamera kita.

Menurut kami ada Dua cara dalam menggunakan pengaturan white balance. yang pertama adalah penggunaan white balance yang "Benar", dimana warna yang dihasilkan oleh pengaturan WB sama dengan pencahayaan saat memotret. Contoh: ketika Sobat memotret di tempat teduh atau naungan, pilih WB Shade agar foto tampak normal seperi kenyataannya.

Kedua adalah white balance "Kreatif", yaitu dimana Sobat bebas memilih pengaturan white balance guna mendapatkan warna cahaya seperti yang kalian inginkan. Contoh: jika Sobat sedang memotret landscape saat fajar, dan menjumpai pemandangan yang rata, membosankan, coba rubah pengaturan white balance ke Tungsten, sekarang lihat hasil foto.. tampak biru bukan? :)

Tidak ada salahnya kan mencoba bermain-main white balance saat memotret :) Memang bukan white balance yang akurat, Kita hanya mencoba lebih kreatif dalam menggunakan pengaturan WB dengan membuat hasil foto lebih hangat (cenderung kuning keemasan) atau lebih dingin (biru). Jika sobat merasa hasil foto landscape terlalu datar dan tidak memiliki "greget", maka rubahlah white balance kalian!
Komposisi bisa dikatakan adalah elemen terpenting dari setiap foto yang Sobat ambil. Komposisi juga berperan dalam tingkat keberhasilan foto kalian, tetapi perlu diingat juga bahwa setiap aturan komposisi tidak selalu bisa diaplikasikan pada setiap foto, semuanya kembali lagi pada kalian sebagai fotografer, komposisi mana yang menurut kalian yang terbaik.
 
 Photo Source: crispphotoworks
Menurut kami ada Dua aturan komposisi yang selalu bisa diaplikasikan pada setiap foto, yaitu: kesederhanaan & keseimbangan. Tentukan foto apa yang ingin Sobat dapatkan! Apa yang ingin Sobat jadikan Point of Interest? Subyek mana yang ingin kalian sertakan dan tidak? Lalu komposisikan! Ada beberapa aturan komposisi seperti salah satunya adalah rule of thirds, dan yang akan kita bahas sekarang adalah aturan golden triangle.

Aturan komposisi golden triangle cukup sederhana dan sangat baik dikombinasikan dengan garis (line). Sobat cukup membayangkan keberadaan garis yang ada pada foto kalian. Gambar diatas menggambarkan Dua segitiga besar (bagian atas bewarna biru muda, dan yang dibawah biru tua)

Sekarang kita analogikan Sobat sedang menggambarkan sebuah garis dari sudut atas ke pojok bawah (diagonal), dan kemudian menarik garis dari sudut lain (atas / bawah) sehingga membentuk sudut 90 derajat (lihat gambar). Sobat sekarang akan mendapatkan 3 segitiga: Satu segitiga paling besar, dan Dua segitiga yang lebih kecil. Yang harus Sobat lakukan adalah menempatkan atau memposisikan subyek pada segitiga yang telah kita gambarkan tadi! Untuk lebih jelasnya kita lihat foto dibawah ini:

Belajar fotografi

http://linkshrink.net/7s6koY

Translate

Total Pageviews

Label

Category

  • (5)
  • (12)
  • fotografer pemula (15)
  • (39)
  • (10)
  • (1)
  • (64)
  • (4)

Page Rank

Popular Posts