25 February 2013
Bagaimana membuat Langit cerah dan awan?
Latihan kali ini saya akan menjelaskan cara membuat langit dan awan, untuk awan anda harus mendownload dahulu karena filenya Brush.  download di Fan Page Belajar Photoshoplihat catatan. ada Kumpulan Brush


1. Siapkan foto yang ada langitnya
langit1
 2. Lihat Kumpulan Brush di Fan Page Photoshopku.net
 Copy hasil download ke Program Files -> Adobe -> Adobe Photoshop CS3 (yang saya gunakan) -> Presets - Brushses
3. Ubah lah nama Background dengan layer 0(bebas), caranya klik 2x pada layer
langit2

langit3
 4. Seleksi bagian awan dengan menggunakan Magic Wand Tool.
langit6


langit4
 Sebelum melakukan hapus (Delete) tekan Ctrl+Alt+D, naikan Feather Selection nya menjadi 2px, fungsinya untuk memperhalus bagian yang dihapus.
langit5
langit7

5. Jika warna photo kurang tajam/bagus, Ubahlah warna dan pencahayaannya, anda bisa menggunakan Hue/Saturation, contras, dll. ada di menu Image->Adjusment

langit8

 6. Tambahkan Shape / bentuk persegi panjang (gunakan Rectangle Tool) diatas foto
langot10
7. Ubahlah warna persegi panjang tadi menjadi pola warna Gradient, lihat dibawah layer ada simbol fx, klik dan pilih Gradient Overlay
langit11

8. Pada bagian Gradient Ubah menjadi Putih dan Biru (Bebas)
langit12


 9. Simpan warna langit tadi di bawah layer 0, caranya pilih layer langit (shape 1 biasanya) tekan ctrl + [.
langit+13
 Lihat bagian langit yang tadinya di atas sekarang ada dibawah Foto(Layer 0)
langit14

10. Tambahkan layer baru di atas langit (shape 1), Layer -> New -> Layer.

langit16
11. Tambahkan Brush awan yang tadi di download, plih Brush Tool

langit15
 12. Klik Kanan untuk merubah bentuk Brush, ganti dengan awan keren, sesuaikan ukurannya dengan Master diameter.


langit17


langit18


 13. Terakhir anda bisa menambahkan efek Burn, yang belum tau klik Fungsi Dari Burn Tool
 langit19

Selamat berkarya membuat langit, coba dengan langit senja.

Membuat langit biru dan awan

Posted by Unknown
Membuat efek dispersion sangatlah mudah jika menggunakan brush tool.  Brush yang digunakan adalah jenis splatter dan cipratan cat. anda bisa download di fan page belajar photoshop. dengan bermain efek ini foto seolah tercerai berai seperti air.
destorasi3 
1. Usahakan foto yang lagi loncat
destorasi  
2. Duplikat layer 1 (saya memberikan nama layer 1) dengan Ctrl+J. akan muncul Layer 1copy . Perbesar ukuran Layer 1 copy, anda cukup tekan Ctrl+T dan atur besarny dengan klik kiri.

destorasi5




destorasi2



3. Buatlah masking pada tiap layerLayer 1 dengan masking warna putih dan layer 1 copydengan masking warna hitam, untuk membuat jadi hitam tekan Ctrl+I pada layer 1 copy. bagi yang tidak tahu masking buka latihan apa tiu masking?

destorasi6
4. Pilih Brush tool dan tentukan jenisnya menjadi spaltterUntuk latihan brush tool bukacara menggunakan brush tool. aturlah warna pada layer 1 copy. seperti di bawah, jika sudah lakukan klik dengan menggunakan brush tool tadi. pada area luar foto

Contoh brush di Devianart 


destorasi9
Lakukan beberapa kali dengan bentuk yang berbeda

destirasi7
5. Sekarang pilih Layer 1. tentukan warnanya seperti pada gambar

destorasi10
lakukan klik pada area dalam pohot, 

Kesimpulan perbedaan layer 1 dengan masking putih dan layer 1 copy dengan masking hitam, masking putih berfungsi untuk menghapus sedangkan masking hitam untuk memunculkan gambar.

destorasi4

Lakukan dengan serapih mungkin, aturlah jenis dan ukurannya.
destorasi3

Privacy Policy

By using our site / blog at http://belajarphotowork.blogspot.com/, you agree with this Privacy Policy. This site uses cookies, web beacons and / or other similar types of surveillance technologies. A cookie is a small piece of text that is stored by your Web browser, and is often used to store your preferences for a particular site. A web beacon is a clear and very small (1x1 pixels), and it helps to understand us and our advertising partners how to use our site. We and our affiliates use to help the two technologies provide advertisements about goods and services that interest you. These technologies does not store any personal information about you such as your name, phone number, address or e-mail. If you want more information on these technologies, including how you want to learn this, please visit the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html


Kebijakan Privasi

Dengan menggunakan situs / blog kami - http://belajarphotowork.blogspot.com/, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi ini. Situs ini menggunakan cookie, web beacon dan / atau jenis lain yang serupa teknologi pengawasan. Cookie adalah sepotong kecil dari teks yang disimpan oleh browser Web Anda, dan sering digunakan untuk menyimpan preferensi untuk situs tertentu. Sebuah suar web adalah jelas dan sangat kecil (1x1 piksel), dan membantu untuk mengerti kami dan mitra periklanan kami bagaimana Anda menggunakan situs kami. Kami dan afiliasi kami gunakan untuk membantu kedua teknologi menyediakan iklan tentang barang dan jasa yang Anda minati. Teknologi ini tidak menyimpan informasi pribadi apapun tentang Anda seperti nama, nomor telepon, alamat atau e-mail. Jika Anda ingin informasi lebih lanjut tentang teknologi ini, termasuk bagaimana Anda ingin membelajari ini, silakan kunjungi URL berikut : - http://www.google.com/privacy_ads.html

Privacy Policy

Posted by Unknown
Ketika sobat pertama kali membeli kamera dslr, mungkin akan bertanya-tanya. Perlukah saya membeli filter lensa? Apakah memiliki dampak pada hasil foto? ataukah malah akan mengurangi kualitas foto yang saya hasilkan? Memang banyak sekali merk-merk filter yang beredar di pasaran, dan yang pasti harganya juga beragam, dari yang relatif murah hingga sangat mahal. Kami masih ingat ada beberapa pendapat yang beredar dikalangan fotografer, bahwa dengan menambahkan satu elemen di depan kaca lensa maka berarti juga akan mempengaruhi kualitas foto yang kita hasilkan. Lalu bagaimana dengan filter

Filters & Lenses

 

Apakah dengan menggunakan filter lensa akan mengurangi ketajaman foto?

Menjawab pertanyaan diatas akan sangat tergantung pada kualitas filter serta jenis material filter itu sendiri. Kualitas terbaik filter biasanya dibuat dari kaca optik murni, dan harganya bisa beragam dari kategori mahal sampai sangat mahal. Beberapa manufaktur atau produsen ada yang memproduksi filter resin berkualitas tinggi dengan material hampir murni menyerupai kaca. Ada juga filter murah yang terbuat dari plastik beredar dipasaran, tetapi kami tidak merekomendasikan filter beharga murah tersebut.

Filter optik berkualitas bagus yang terbuat dari kaca murni atau resin tidak akan mengurangi ketajaman serta kontras dari foto, tetapi dengan syarat Sobat harus tetap menjaga filter tersebut bersih ketika digukan, bersih dari debu, ataupun bekas sidik jari. Yang harus diperhatikan adalah, ketika Sobat menambahkan elemen di depan lensa, maka akan meningkatkan potensi terjadinya flare dan pantulan cahaya atau yang sering disebut dengan "ghosting" (pantulan tersebut biasanya terjadi antara elemen bagian depan lensa dan bagian belakang dari filter). Ghosting bisa terjadi lebih parah lagi jika Sobat menggunakan lebih dari satu filter disaat bersamaan, contoh: menggunakan filter Polarize didepan filter UV.
Fotografer pemula sering kali terkejut ketika menyadari bahwa lensa mahal yang baru mereka beli terasa tidak tajam di setiap pengaturan aperture. Jika sobat bertanya pada fotografer yang lebih berpengalaman dalam artian profesional, mereka akan menginformasikan bahwa ada perbedaan dalam hal ketajaman gambar di setiap aperture yang kita gunakan. Setiap lensa memiliki aperture optimal dimana dia akan bekerja dengan optimal, dengan kata lain kita menyebutnya dengan hasil yang tajam.

aperture priority


Aperture yang menghasilkan foto paling tajam atau biasa disebut dengan "Sweet Spot" sangat beragam dari lensa ke lensa, tetapi sebagai patokan, kebanyakan lensa memiliki "Sweet spot" ketika mereka diturunkan antara 2 atau 3 stop dari aperture maksimum. Sebagai contoh pada lensa yang memiliki aperture maksimum f/2.8 memiliki "sweet spot" di aperture f/8.0.

Lalu bagaimana Kita mengetahui "Sweet Spot" dari Lensa?

Sebenarnya ada satu cara yang sederhana dan menyenangkan untuk menguji lensa-lensa tersebut. Sobat hanya membutuhkan sebuah tripod dan koran. Untuk melakukan test atau pengujian ini yang harus kalian lakukan adalah dengan menempelkan selembar koran di tembok, dan pastikan mendapat cahaya yang cukup. Kedua, pasang kamera kalian di sebuah tripod, lihatlah pada waterpas di tripod untuk memastikan bahwa kamera dan dinding benar-benar sejajar. Ambillah serangkaian foto dengan exposure paling lebar hingga paling sempit dengan menurunkan satu stop tiap jepretan/frame (jangan lupa untuk melakukan perubahan pada shutter speed agar mendapatkan exposure yang pas serta konsisten.) Teruslah memotret sampai kalian telah mendapatkan satu exposure (foto) untuk setiap aperture.

Sobat kemudian bisa mendownload atau mentransfer foto-foto tersebut ke Personal Computer (PC), dan buka semua foto tersebut lalu bandingkan! Bandingkan hasil foto menggunakan metadata atau yang sering disebut dengan EXIF, untuk melihat berapa pengaturan aperture yang digunakan. Sobat jangan terkejut ketika melihat hasil perbandingannya, sering kali hasil ketajamannya berbeda di setiap aperture.

Selamat bereksperimen!
24 February 2013
Salah satu faktor utama yang membedakan antara foto menarik dengan sebuah foto yang biasa-biasa saja adalah KOMPOSISI atau bagaimana obyek/subyek ditempatkan dalam sebuah foto. Penggunaan Rule of Thirds memang bukan sebuah aturan baku, tetapi hanya merupakan sebuah aturan sederhana komposisi atau panduan untuk meningkatkan komposisi dari foto-foto kalian. Konsep dari Rule of Thirds bertentangan dengan kebiasaan yang terjadi pada fotografer pemula dengan selalu menempatkan subyek foto mereka tepat ditengah-tengah frame atau yang sering disebut dengan dead center.
Rule of Thirds


Rule of Thirds menuntun mata penikmat foto ke arah titik Point of Interest atau Focal Point secara alami, dan bukan pada bagaian tengah frame. Aturan tersebut mengidentifikasikan Point of Interest (POI) dan menganjurkan bahwa jika Sobat menempatkan Point of Interest subyek di titik yang tepat dan berkolaborasi dengan bagaimana mata menelusuri gambar secara alami, maka Sobat kemungkinan besar telah menciptakan sebuah hasil foto yang memiliki keseimbangan serta menarik bagi para penikmat foto.

Memahami Rule of Thirds

Rule of Thirds membagi foto menjadi 9 bagian yang sama dengan 2 garis ruang horisontal yang sama serta dua garis ruang vertikal yang sama pula, jadi sekarang sobat memiliki 9 persegi kecil dan bukan satu persegi besar.

rule of thirds grid
Empat Garis beserta titik antara mereka diidentifikasikan merupakan bagian atau tempat dari Point of Interest dan tentunya itu adalah diamana Sobat seharusnya menempatkan subyek (disepanjang garis atau di titik persimpangan) untuk menciptakan foto-foto yang memiliki keseimbangan. Sebuah cara mudah untuk mengingatnya adalah: Rule of Thirds menghindari penempatan subyek di persegi bagian TENGAH.


Rule of Thirds

Mengaplikasikan Rule of Thirds

Selalu selaraskan subyek utama dengan garis panduan serta titik persimpangan, hindari penempatan horizon yang membagi frame menjadi 2 bagian yang sama, lebih baik tempatkan horison di sepertiga bawah atau atas, elemen-elemen linear dalam foto setidaknya harus mengalir dari bagian ke bagian lain.
Beberapa fotografer hebat mungkin mendapatkan komposisi bagus secara alami, tetapi pada umumnya mereka tidak mendapatkannya dalam waktu singkat serta membutuhkan banyak sekali latihan dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Ajukan pada diri Sobat 2 pertanyaan ini sebelum menekan tombol Shutter:
  1. Apa yang akan menjadi pusat perhatian dari foto Saya?
  2. Dibagian persegi yang manakah akan saya tempatkan POI tersebut? (Tentunya bukan di bagian tengah)
Jawab terlebih dahulu 2 pertanyaan diatas, dan kemudian lakukan framing, dalam waktu dekat Sobat akan menyadari telah menemukan satu bentuk peningkatan dalam dunia fotografi kalian. Di era fotografi digital, Rule of Thirds merupakan fitur yang telah menjadi satu di banyak kamera. Sobat bisa menghidupkan fitur ini dengan menggunakan pengaturan sederhana dan bisa langsung kalian lihat lewat LCD atau viewfinder (baca buku manual kamera kalian). Layar fokus pada kamera DSLR bisa digantikan dengan layar khusus seperti Rule of Third guna memandu kalian melakukan komposisi.
Apakah Sobat pernah merasakan bahwa memotret bayi adalah aktifitas fotografi yang terasa begitu menyenangkan? Mengabadikan sebuah kehidupan baru yang polos dengan muka yang begitu menggemaskan. Memotret bayi bisa menjadi ajang untuk melatih fotografi kalian loh! Carilah teman atau saudara yang baru saja memiliki anak, dan tawarkan pada mereka untuk memotretnya, syukur-syukur mereka senang dengan hasil foto tersebut dan kalian mendapatkan sisi komersial dari aktifitas tersebut.

Memotret Bayi dan anak anak


Salah satu tip yang bisa diaplikasikan saat memotret bayi adalah, memotret pada 'eye-level' bayi tersebut. Ada banyak foto bayi yang diambil dari angle atas, sekitar 2-3 meter diatas bayi tersebut, jika boleh kami mengatakan, angle pemotretan bayi dari atas akan membuat bayi lucu tersebut tampak lebih kecil dan mirip dengan mainan.
Bertumpulah pada tangan dan lutut atau berjongkok sebelum memotret, masuki dunia mereka dan ajak mereka berinteraksi, dengan demikian akan memudahkan dalam memotret bayi mungil tersebut.

Memotret Bayi

Bayi bisa dikatakan sedikit sulit untuk dipotret karena mareka diam disatu tempat dan selalu menggerak-gerakkan tangan, kaki serta kepalanya. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan foto yang baik ketika memotret mereka adalah dengan cara meletakkan mereka diatas karpet bayi dan sobat berbaring tepat disebelah mereka dengan kamera kalian berada tepat di atas lantai, dengan cara ini Sobat bisa melihat langsung sebuah mata besar dan indah serta secara tidak langsung akan menempatkan para penikmat foto pada sebuah prespektif 'eye to eye' yang unik.

Memotret Anak-anak

Prinsip yang digunakan sebenarnya sama dengan memotret bayi, yaitu memotret dengan eye level mereka, tentunya tidak sampai berbaring di lantai ketika anak-anak tersebut sudah mampu untuk berdiri atau berjalan. Waktu yang tepat memotret anak-anak adalah saat mereka melakukan aktifitas atau kegiatan yang mereka senangi, seperti bermain, makan dan lain-lain. Pergilah ketaman bersama dengan mereka beserta orang tuanya, kunjungi rumah mereka ketika mereka sedang belajar mewarnai, berusahalah berbaur dengan mereka di di kamar atau pada saat bermain.
Mendekatlah ketika mereka sedang melakukan aktifitas (tentunya pada level/tinggi yang sama dengan mereka) dan ambillah foto sebanyak mungkin, usahakan juga mengambil foto anak-anak saat bersama dengan orang tua mereka dan jangan sampai melewatkan momen-momen candid, cobalah membuat ekspresi wajah lucu dan mendapatkan respon dari anak-anak tersebut.



Mode continues shooting atau burst mode layak untuk digunakan, jika kamera digital kalian mememiliki fitur tersebut, terutama jika anak-anak tersebut sangat aktif. Menurut pengalaman banyak fotografer, bahwa foto kedua atau ketiga dari sequence shot akan tampak menarik. Memotret hanya dengan satu jepretan atau frame, berarti kemungkinan besar Sobat akan kehilangan momen. Keunguntungan lain dengan menggunakan continuous shooting adalah kemungkinan mendapatkan satu seri foto yang bisa digabungkan jadi satu dan bisa menyampaikan cerita.

Focal Length

Cara lain merubah angle pemotretan ketika memotret anak-anak adalah dengan menggunakan focal length yang berbeda. Gunakan beberapa lensa yang berbeda untuk mendapatkan opsi yang berbeda, jika Sobat menggunakan kamera DSLR (lenda wide dan zoom), dan jik Sobat menggunakan kamera point and shoot maka setidaknya memiliki 3x optical zoom dan pastikan kalian memaksimalkannya.
memotret menggunakan lensa wide angle akan terasa efektif ketika berada di dekat anak-anak karena akan memberikan prespektif yang menarik. coba gunakan 17-40mm, tentunya SObat masih bisa mendapatkan sedikit zoom dan mendapatkan dampak yang luar biasa dari focal length 17mm
Lensa zoom memungkinkan kalian untuk memotret dari jauh dan akan sangat berguna jika anak-anak merasa takut atau malu ketika kalian berada di dekat mereka saat memotret. 
Sebenarnya kunci dari memotret bayi atau anak-anak adalah menjadi seperti mereka. Sobat harus mengeluarkan sisi kekanakan kalian. Anak-anak suka sekali bermain, mereka melakukan hal yang tidak terduga, mereka suka hal-hal baru. Lakukan pendekatan melalui semangat bermain dan kalian akan mendapatkan foto-foto yang berasal dari "dunia mereka"
23 February 2013
Hal ini dilakukan untuk memberikan keseimbangan dalam foto dan memberikan jawaban kepada penikmat foto atas pertanyaan "dimana subyek akan pergi atau bergerak?"

Red Bull Air Race

Bagaimanapun aturan dibuat untuk dilanggar dan setiap aturan memiliki celah dimana kita bisa melanggarnya dengan hasil yang lebih bagus ataupun efektif.

1. Subyek yang bergerak dan meninggalkan "sesuatu"

Saat yang paling ideal untuk melanggar serta mematahkan aturan diatas adalah ketika subyek bergerak dan meninggalkan sesuatu atau jejak. Beberapa subyek yang bergerak meninggalkan jejak dibelakang mereka yang bisa dijadikan focal point yang layak untuk dimasukkan ke dalam frame foto kita. Sebagai contoh: air yang terbelah dibelakang peselancar air, asap pesawat terbang atau jet yang membelah langit biru, asap atau debu dari mobil rally, dan lain-lain.
Superman
Air Show

2. Menggambarkan kecepatan

Sobat mungkin bisa juga melanggar aturan tersebut ketika ingin menggambarkan atau menonjolkan sisi kecepatan subyek, dengan menempatkan subyek tersebut ditepian frame. Dengan cara ini Sobat bisa menggambarkan pada penikmat foto bahwa subyek bergerak cepat sehingga susah untuk mengejarnya. 
Running through strings

3. Menunjukkan perjalanan

Alasan terakhir ini dirasa juga tepat untuk melanggar aturan, yaitu ketika Sobat ingin memvisualisasikan sebuah perjalanan dimana subyek sudah berada di tujuannya dan bukannya kemana mereka akan pergi.

Journey...
Sobat sedang memotret model bersama teman-teman di siang hari atau dibawah sinar matahari yang terang?. Beberapa dari sobat sekalian mungkin akan menganggap bahwa dengan banyak atau terangnya cahaya berarti akan menghasilkan foto yang hebat bukan?
A natural light portrait - outdoor portrait - Shima - IMGX0130

Hal yang terjadi bisa saja kebalikan! Terlalu banyak atau kuat cahaya tidak selalu berarti menghasilkan foto hebat. Bahkan ketika Sobat memotret portrait di bawah cahaya terang akan menghadapi beberapa masalah yang nyata.
Memotret di siang atau tengah hari maka berarti cahaya matahari datang langsung dari atas, dan ini akan membuat subyek berpotensi memiliki bayangan yang kuat di beberapa bagian wajah. Belum cukup disini, jika Sobat memotret seseorang dibawah sinar matahari yang kuat akan susah untuk terlihat natural, Subyek atau model foto kalian akan sering menyipitkan mata hanya karena silau terkena sinar matahari.
Jadi apa yang harus dilakukan?
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan ketika mengambil foto portrait dibawah sinar matahari terang. Kami berusaha mengulasnya sesederhana mungkin agar mudah diaplikasikan di outdoor dan tidak perlu mengusung perangkat studio outdoor bersama dengan kalian.

1. Fill Flash

Sobat mungkin akan berpikir: Terasa aneh ketika menyalakan flash disiang hari, tetapi inilah salah satu waktu yang tepat untuk mempergunakan flash. Bayangan gelap yang ada di wajah subyek foto (biasanya ada di bagian bawah mata) ketika memotret disiang hari bisa dihilangkan dengan hanya menambahkan sedikit cahaya dari flash built ini kalian.
Kamera DSLR sekarang ini sudah banyak yang memilik fitur untuk mengontrol intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh flash built-in, biasanya disebut dengan flash compensation. Sobat bisa menambah atau mengurangi setelah melakukan beberapa percobaaan jepretan sampai kalian mendapatkan hasil yang terasa natural.
Kabar baiknya dalam menggunakan flash atau fill flash adalah background sering kali berdampak background akan menjadi sedikit gelap. Hal ini bisa memberikan kesan Model sebagai Point of Interest menjadi semakin menonjol dibandingkan Background. Fill flash juga akan menciptakan kilau kecil dibagian mata subyek kalian.
Terkadang dengan menggunakan fill flash bisa memberikan kesempatan kita untuk memotret dengan posisi subyek/model membelakangi cahaya. Hal ini berarti wajah mereka tidak menghadap langsung cahaya matahari, tetapi subyek akan mendapatkan cahaya yang mengenai sekitaran rambut dan bahu, dan itu akan memberikan dampak yang bagus.

2. Memotret di teduhan/naungan

Cara mudah yang lain untuk menghilangkan bayangan yang tercipta di bagian wajah subyek adalah dengan memindahkan subyek (dan fotografer) ke bawah naungan bayangan besar dan memotret mereka di dalam naungan bayangan tersebut. Kuncinya adalah mencari tempat yang tidak gelap tetapi tetap memiliki cahaya yang terfilter yang bisa masuk. Hindari cahaya "belang-belang" dibawah pohon atau jika tidak maka Sobat kemungkinan besar akan mendapati separuh wajah terkena cahaya langsung sedangkan bagian lain terkover naungan dengan baik.
Jika sobat ingin membuat foto portrait dengan framing ketat di bagian wajah mungkin bisa menyiasati dengan bantuan seseorang yang memegang payung atau obyek lain sebagai naungan dibagian wajah tentu jangan sampai rekan kita itu masuk kedalam frame foto kita.

3. Gunakan Reflektor

Tips kali nomor Tiga ini tidak berarti Sobat harus selalu menyiapkan reflektor di dekat kalian, walaupun ada fotografer yang selalu membawa reflektor portable kecil di dalam tas kamera mereka. Jika Sobat tidak ingin repot membawa reflektor, kalian masih bisa menggunakan prinsip dasar bagaimana memantulkan sedikit cahaya ke arah wajah subyek guna membantu menerangi bagian wajah yang terkena bayangan.
Prinsipnya adalah setiap permukaan yang bewarna putih (atau terang) bisa berperan sebagai reflektor cahaya, dan jika diposisikan pada sudut yang tepat maka kalian bisa memanfaatkannya untuk memberi subyek/model sedikit cahaya ekstra.
Sobat bisa memposisikan subyek kalian dekat dinding putih atau memposisikan benda dengan permukaan putih disekeliling subyek untuk memantulkan cahaya ke area wajah. Beberapa fotografer lebih memilih menggunakan aluminium foil atau bahan styrofoam lebar sebagai reflektor.
Apakah Sobat berhenti memotret foto portrait karena alasan belum memiliki perangkat lighting studio yang tepat? Jangan berhenti karena alasan itu! Sobat bisa memperoleh foto portrait yang bagus dengan hanya menggunakan natural light. Fotografi adalah tentang cahaya. Belajar bagaimana melihat cahaya merupakan hal yang diperlukan guna mengasah mata fotografi kalian. Mampu untuk mengetahui intensitas, warna serta arah cahaya bisa sangat membantu kalian bagaimana memposisikan subyek serta pengaturan kamera apa yang akan dipergunakan.
Janelle Jalila Issis / Janelle Issis /  Natural_light_portrait_photography - IMG_0909-1000

 

Intensitas cahaya

Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

 

Warna Cahaya

Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Arah Cahaya

Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.

Coba potretlah subyek yang diposisikan membelakangi sumber cahaya. Backlight akan menghasilkan higlight yang bagus disekitar rambut, gunakan reflektor atau fill flash untuk mengisi bayangan dan mengangkat detail dibagian wajah. Pilihan posisi bagus lainnya adalah menempatkan subyek disisi atau sedikit dibelakang mereka.

Belajar fotografi

http://linkshrink.net/7s6koY

Translate

Total Pageviews

Category

  • (5)
  • (12)
  • (15)
  • (39)
  • (10)
  • (1)
  • (64)
  • (4)

Page Rank

Popular Posts